Saturday, November 12, 2011

ku layangkan niatku

bismillahirrahmaanirrahiim...

ku pasrahkan diri ini kepadaMu...
di hari-hari yang terus berlalu

menuju pembalasanMu yang terus mendekat
sedangkan bekal tampak belum lengkap

pelbagai ragu kadang menyesaki
ketidakyakinan juga tak bosan singgah di hati

bila ini buah do'a bagiku
kebaikan dan kebarkahan yang datang dariMu

maka tak ada alasan untuk menunda
kulayangkan niatku kepadanya

walau esok lusa mungkin kan Kau uji
rumput hijau yang memikat hati

namun tetap teguhkanlah hati ini kepadaMu
atas kebaikan yang Kau berikan kepadaku

Tuesday, November 08, 2011

Do'a

waktu begitu cepat berlalu,
Kau tunda niatku, mungkin sampai saat ini,
semoga Kau segerakan dan pertemukan,
kebaikan dimanapun adanya,
keberkahan dalam hidup bersamanya nanti,
kebahagiaan memiliki perhiasan dunia,
sebaik-baik perhiasan...

Tuesday, March 01, 2011

Pake "J" bukan pake "Y"

ya, panggil Johan pakai "J", bukan pake "Y",
kecuali nama anda belum EYD ^_^

Satu-satunya yang rutin memanggil sy dengan "Yohan" atau "Yo" (pake "Y") adalah guru saya,
"yo, yo, sini yo...", "gimana TA-nya yohan???...."...kira kira seperti itu panggilan beliau.
Beliau adalah dosen pembimbing S1, Pak Mitra Djamal (Dr.-Ing. Mitra Djamal).
Terimakasih atas panggilannya yang unik Pak ^_^.

Nah, penasaran juga nih apa arti nama "Johan"?
selidik punya selidik akhirnya coba cari di kamus besar bahasa indonesia versi elektronik
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/

dan hasilnya:
--------jo·han kl n 1 dunia; 2 juara; pahlawan; ---------


maka dari itu, pangil pake "J", bukan pake "Y",
agar panggilan itu jadi do'a sehingga jadi "juara" di dunia, pun di akhirat
^_^

Wednesday, November 17, 2010

Supermarket Bencana

sedikit oleh-oleh khutbah Ied Adha 1431 H...

...Supermarket Bencana...

ya... itu diantara yang dibahasa oleh khotib saat khutbah Ied Adha di lapangan Pesantren Persatuan Islam 69 Matraman Jakarta Timur (ustadZ... duh lupa, yang jelas pimpinan pesantren ^_^).

Indonesia sekarang punya julukan baru "supermarket bencana". Bagaimana tidak, segala jenis bencana dengan macamnya banyak terjadi di negeri ini.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa bencana ini berdatangan.
Lalu beliau membahas dalam khutbahnya, diantaranya ada 3 hal yang menyebabkan bencana itu hadir.

1. Karena manusia yang berbuat dholim, dholim kepada Alloh SWT, dholim kepada lingkungannya, dan dholim kepada dirinya sendiri.

2. Karena manusia meninggalkan ajaran Alloh.

3. Karena hukum hanya berlaku parsial, dan hanya benar-benar ditegakan pada orang "kecil", dan tidak berlaku untuk para orang "besar".

Maka ketika terjadi bencana, seperti yang dicontohkan oleh khalifah Umar bin Khotob saat beliau memimpin dan kala itu terjadi bencana, yaitu menyeru manusia untuk bertaubat.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un

Lokasi berubah

Lokasi berubah,
masih cari lokasi baru...
tuing-tuing...

Monday, October 25, 2010

Wednesday, September 29, 2010

Hayang geura Senen...

hayang, hayang geura
hayang geura

geura-geura senen

Geus senen mah, geus senen rek ka pasantren...


(ingin segera senin, setelah senin akan ke pesantren/sekolah)


Sepenggal tembang sunda yang berisi keinginan untuk segera mencapai hari senin karena ada yang akan dilakukan pada hari itu.

Bila direnungkan,
sekuat apapun keinginan kita untuk mencapai hari senin
segigih apapun usaha kita untuk mencapai hari senin
dan se-khusu apapun do'a kita meminta hari senin datang,

tetap saja kita harus melewati terlebih dahulu hari Ahad
apalagi bila kita masih ada di hari rabu
maka hari Kamis, Jum'at, Sabtu dan Ahad haruslah kita lewati
barulah esoknya kita akan mendapatkan hari senin,

itupun
bila memang usia kita sampai di hari itu

mengisi hari-hari sebelum senin dengan kegiatan positif dan ibadah
insyaAlloh menjadikan setiap harinya bernilai di sisi Alloh SWT
dan menjadikan senin semakin cepat datang



(lanjutan tembangnya...)

hayang, hayang geura
hayang geura
geura-geura panen
Geus panen mah, geus panen rek papanganten...
^_^


Wednesday, September 22, 2010

Lelaki tak berkaos kaki dan Pria bercelana pendek

Rasanya ANEH, bila ada seorang pegawai LELAKI masuk ke tempat kerja, menggunakan Jas-Dasi-Kemeja-Celana Panjang-Sepatu hitam mengkilap, tapi dia TIDAK BERKAOS KAKI, bahkan sampai ditegur oleh atasannya.
,
Padahal banyak sekali pegawai wanita berpakaian rapih yang mulai dari melamar kerja-wawancara-masa percobaan kerja dan sampai diangkatnya menjadi pegawai tetap, tidak pernah menggunakan kaos kaki, tapi tidak dianggap aneh.

Keanehan lainnya, bila ada seorang PRIA masuk ke tempat kerja BERCELANA PENDEK.
,
Namun tidak dipandang aneh untuk seorang wanita yang menggunakan rok pendek bahkan dari lutut masih naik ke atas, walaupun wanita itu ber-KTP Islam.

Sungguh keanehan-keanehan yang tidak wajar,
khususnya bagi ummat Islam.
Karena dalam Islam, Aurat wanita itu mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, kecuali muka dan telapak tangan. Sedangkan bagi laki-laki, hanya bagian yang diantara lutut dan pusar.

“Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.”
[HR Abu Dawud]


Aurat seorang mukmin (laki-laki) adalah antara pusar sampai lutut?
(HR Sammuwaih/Ismai?il bin Abdulloh; hadis hasan)



Tapi kita kadang suka berpandangan Aneh kepada
"Lelaki tak berkaos kaki dan Pria bercelana pendek"
namun membiarkan
wanita ber-KTP Islam
bercelana sepaha dan tidak menggunakan kaos kaki.



(Karena kaos kaki hanya ada satu dan itu pun basah terkena hujan, lalu pergi ke tempat kerja tanpa kaos kaki, sehingga munculah tulisan ini ^_^)